Enam tahun yang lalu, tepatnya saat itu gw masih duduk dikelas
tiga sekolah menengah pertama. Seperti biasa, sore adalah waktu bersantai dan
melepaskan diri dari segala kepenatan aktivitas dan tugas sebagai seorang pelajar. Gak sengaja tangan memilih sebuah chanel
asing yang didalamnya menyugukan sebuah gambar pemandangan yang sanggaaaaat indah (lebai.com), sangat
berbeda. Daun berwarna kuning, matahari
yang teduh, langit yang hangat dan orang2 yang memakai jaket tebal. Kemudian
muncul wajah wajah cantik dan tampan (Choi Ji Woo& Bae Yong Jun) lengkap
mengisi tontonan gw sore itu. Ada ketertarikan tersendiri yang mendorong gw
untuk tidak memindahkan chanel tersebut
ke chanel lainnya (ya..seperti kebiasaan gw biasanya, galau). Setelah itu gw jadi betah, bahkan
sangat betah dengan tontonan yang baru ini, aselii! Besok, lusa dan seterusnya bahhkan
setiap hari gw mulai kecanduan menanti tontonan trsebut. Tidak pernah disangka, begitulah awal
ketidaksengajaan mengenal Korea dan fasih tentang segala sesuatu tentangnya.
Disini gw gak bermaksud menceritakan tentang isi cerita drama winter sonata. Karena gw lebih sangat tertarik dengan tingginya imajinasi dan kreatifitas para pencipta dan
pembuat drama atau film korea. Sungguh
sangat mengusik hati dan menggoda minat penonton untuk menyaksikannya, betul? Gw jadi seolah terbawa oleh cerita dihadapan gw saat itu. Seting gambar dan
alurnya yang sangat alami! sangat
berbeda dengan suguhan drama dan film yang biasa gw lihat dari sejak gw
mengenal televisi (Tersanjung 200, Kuntilanak yang tertukar, ato tukang haji naik bubur..ups kebalik ya sorrie :p). Jauh berbeda. Sangat jauh lebih alami.
Setting gambarnya pun sangat tepat (maksudnya?). Indaaah.. Musim gugurnya yang
meskipun hanya terlihat dari layar kaca tapi hangatnya sampai ketubuh. Pohon
pohonnya yang berjatuhan, awan yang lembut dan langit yang teduh. Musim panas
yang bersemangat, penuh canda dan tawa, sangat menginspirasi. Musim semi yang
manis, yang membuat damai dan nyaman. Dan musim dingin yang menggigil terasa
sampai ketulang. Sungguh gw bisa merasakan itu semua meskipun hanya lewat layar
kaca.
Hingga hari ini, ketidaksenajaan itu
terus membawa gw pada sebuah impian dan cita-cita bahwa suatu hari kelak gw
sangat berharap bisa menginjakan kaki di
Korea dan menyaksikan secara langsung pesona empat musim dan keindahan alam pegunungannya (korban pelm Korea cuy..).
Bahkan semoga gw bisa mendapatkan hari- hari yang menyenangkan sebagai seorang
mahasiswa di Korea, amin.. Gw yang saat ini sedang menikmati hari hari sebagai seorang pelajar
yang mempelajari segala hal tentang Korea 'mempelajari bahasanya, budayanya bahkan kehidupan orang-orang disana' sungguh sudah membuat sebuah pilihan yang datang dari hati, tanpa
paksaan siapapun. Hasilnya! gw menjalaninya dengan suka cita. Dan itu semua
hanya bermula dari sebuah drama, “Winter
Sonata”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar